Tingkatkan Kualitas, Status TK di Soppeng Dialihkan

Featured

Tingkatkan Kualitas, Status TK di Soppeng Dialihkan

Senin, 01 Januari 2018, 1/01/2018 11:00:00 AM
Soppeng - Sekretaris Daerah Soppeng Drs HA Tenrisessu, Menghadiri Acara Penyerahan Surat Keputusan Bupati Soppeng Tentang Peralihan Status Dan Perubahan Nama Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Kabupaten Soppeng (TK Swasta Menjadi TK Negeri), Di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Jalan Salotungo Kelurahan Lalabatarilau Kecamatan Lalabata Soppeng, Kamis (1/2).

Kepala Bidang Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Drs.Rustam, M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa dalam rangka peningkatan layanan PAUD berkualitas, oleh karena selama dalam kurung waktu tahun 1996 sampai dengan tahun 2007 di Kabupaten Soppeng hanya terdapat 1 TK Negeri yaitu TK Negeri Pembina Watansoppeng, dan menyusul tahun 2008 yaitu TK Negeri Pembina Cangadi.

"pada tahun 2018, sudah bertambah sebanyak 13 lembaga hingga menjadi 15 Lembaga TK Negeri" Jelas Rustam
“sasaran anak usia pra sekolah 4-6 Tahun yang dilayani melalui TK,KB,TPA dan SPs pada tahun 2016 hanya sebanyak 3060 anak dengan jumlah lembaga 126 lembaga, sedangkan pada tahun 2017 jumlah anak yang dilayani meningkat menjadi 4602 orang dengan jumlah lembaga 132, sedangkan awal tahun 2018 data yang kami monitor melalui dapodik sudah terjaring sebanyak 5046 orang jadi terdapat  peningkatan orang sudah masuk dalam layanan PAUD” ungkapnya.

Sekda mengatakan tujuan meningkatan pengelolaan satuan PAUD yang semula diselenggarakan oleh masyarakat dan pemerintah desa menjadi satuan PAUD yang dikelola oleh pemerintah daerah.
“ peralihan status satuan PAUD tentunya berimplikasi terhadap pengelolaan sumber daya yang ada baik SDM/ maupun aset dari satuan PAUD itu sendiri, sehingga kebijakan terhadap pengelolaan aset dan SDM  yang ada menjadi kewenangan pemerintahan daerah” jelas.

Tenrisessu menambahkan bahwa berdasarkan data pendidikan Angka partisipasi Kasar (APK) Paud tahun 2017 sebesar 52% lebih tinggi dari target 48%  (dicapai 108,33%), hal ini menunjutkan tingkat partisipasi masyarakat semakin tinggi walaupun masih ada 4.966 anak (48%) yang belum terlayani pendidikannya.
hadir dalam kegiatan ini Kadis Pendidikan Drs.Lukman, M.Si bersama Jajarannya dan Undangan Lainnya. (*)

TerPopuler